DEKLARASI DAN AKSI “KAMI JAWA BARAT”

0
12
Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo/ILM

SUNDANESIA – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) terjadi pembatalan sepihak kembali. Deklarasi KAMI dirasakan dipersulit dengan alasan yang dibuat-buat.

Walaupun deklarasi ini dipindah-pindah, akhirnya berlangsung di JL. Babakan Jeruk I Pasteur Bandung, dirumah salah satu penggerak KAMI, Deklarasi KAMI dapat berjalan sederhana dan lancar .

Mendengar sulitnya hak akses untuk deklarasi KAMI di Bandung – Jawa Barat, Jendral TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam pidatonya tertawa mendengarkan hal tersebut.

“Saya mendapat berita deklarasi di balai Sartika dibatalkan saya justru tersenyum 10 kali, lalu di hotel Grand Pasundan sudah dipersiapkan, dari Satgas Covid sudah mengizinkan, tiba-tiba di demo, dan surat perizinan dari satgas covid ditarik kembali, saya tersenyum 100 kali,”ujarnya Gatot Nurmantyo saat memberikan sambutan.

Banyak rintangan dalam aksi ini dia berharap agar KAMI dapat terbentuk dari berbagai kalangan “Kalau bisa buat, Dokter – Dokter KAMI, Mahasiswa KAMI, Pelajar – Pelajar KAMI, guru – guru KAMI” katanya lagi.

Disela-sela pidatonya Gatot berkata dengan tegas “Saya ingatkan pada tanggal 17 Agustus Jam 17.00, Saya mengadakan Murojaah oleh 1000 hafiz Quran, dan menjadi pembina para hafiz Quran, jadi kalau pemerintah ingin menangkap, tangkap dulu saya, saya yang makar,” tuturnya dihadapan anggota KAMI.

Setelah pidato dari Presiduim KAMI selesai dilaksanakan, masa berlanjut kedepan Gedung Sate untuk melakukan orasi, dari berbagai elemen masyarakat telah menunggu didepan Gedung Sate, mereka menuntut rezim pemerintah mundur secara konstitusional, menurut KAMI kebijakan-kebujakan pemerintah sangat menyengsarakan rakyat Indonesia.

Dalam orasinya Jenderal Gatot Nurmantyo, didepan Gedung sate, Allah punya rencana lain untuk KAMI sehingga dapat terjadi Deklarasi yang bertempat di Jl. Babakan Jeruk dilanjutkan dengan aksi orasi KAMI didepan gedung sate, ujarnya.

Masa yang awalnya marah, kini sudah tenang setelah para Presidium KAMI telah berhasil melakukan deklarasi dan juga aksi, setelah pembentukan KAMI Jawa Barat berhasil, akan dilakukan pembentukan KAMI diberbagai daerah, dan dikuti oleh berbagai kalangan.

Berikut 6 TUNTUTAN KAMI JABAR

1. MENGAJAK seluruh penyelenggara pemerintahan dan elemen masyarakat Jawa Barat untuk memperjuangkan kembalinya UUD 1945 Asli.

2. MENUNTUT pemerintah pusat agar menetapkan tanggal 18 Agustus 1945 sebagai Harri Lahir Pancasila dan membatalkan pembahasan RUU HIP dan RUU BPIP karena akan merusak sendi-sendi kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara.

3. Menuntut pemerintah pusat untuk mengembalikan kewenangan pengelolaan SDA dan Agraria kepada pemerintahan dan masyarakat di daerah.

4. MENUNTUT pemerintah pusat untuk menegakkan prinsip keadilan anggaran dengan menyerahkan pengumpulan dan pengelolaan Pajak Pertambahan Nilai kepada pemerintahan daerah.

5. Mengingatkan kepada semua pihak di Jawa Barat bahwa pandemi Covid-19 terus memuncak, belum diketahui tanda-tanda terkendali. Dalam kaitan itu KAMI JABAR menuntut pemerintah, khususnya di Jawa Barat, untuk memenuhi kewajibannya dalam melakukan Test, Trace dan Treatment sesuai standard WHO. Janganlah Pemerintah selalu menyalahkan masyarakat atas naiknya tingkat kepositifan penjangkitan Covid-19. Sejalan dengan itu KAMI Jabar menuntut pemerintah agar menyediakan vaksin Covid-19 secara gratis kepada seluruh masyarakat.

6. Mendesak penyelenggara pemerintahan, pimpinan dunia akademik dan aparat penegak hukum untuk mencegah dan menghapuskan stigmatisasi khilafah, radikalisme dan intoleransi, termasuk kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis Islam. (UJANG/SUNDANESIA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here