KERETA API CEPAT KEBANGGAAN YANG MEMANDULKAN KAUM PRIBUMI

0
79
Para pekerja TKA di kawasan Gadobangkong yang terintas jalur kereta cepat BDG-JKT /dok SNC

CATATAN Ki Sunda Pasundaan

Tengah malam hingga jelang pagi suara berisik dari mesin-mesin pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta Bandung terus bersahutan.

Rumah kontrakanku hanya 100 meter tidak jauh dari lokasi jalur kereta api cepat. Jadi kebisingannya terdengar sangat jelas. Semestinya waktu tengah malam sunyi sepi.

Waktupun beranjak sampai ke pagi.
Selesai sholat dan minum segelas kopi.. Aku berjalan kaki sambil menghirup udara pagi yang masih berselimut tebal embun menutupi lintasan disepanjang jalan yang tak jauh dari lokasi pembangunan jalur kereta api itu.

Tiba-tiba didepan langkahku berjarak 20 meteran, tiga orang laki laki sedang berdiri di sekitar bekas lapangan tenis memandang seng penutup lokasi pembangunan jalur kereta.

Terlihat mereka bukan orang sekitar komplek perumahan dimana aku tinggal. Ketiganya orang-orang asing dan tentu saja aku tidak mengenalnya.

Bahasa yang mereka gunakan tedengar bahasa Sunda yang halus tapi juga akrab. Sepertinya mereka orang Cianjur atau orang Sukabumi..
Aku berhenti sejenak sambil melakukan gerak senam yang sederhana.

Sekilas tapi jelas aku mendengarkan obrolan ketiga orang tersebut.
inti dari pembicaraannya mereka mempertanyakan dampak pembangunan kereta api cepat ini bagi masyarakat Sunda, umumnya Jawa Barat.

Mereka seperti menghawatirkan kalau jalur kereta api ini hanya untuk pemenuhan kepentingan orang asing untuk semakin menguasai tanah Pasundan.

Apalagi di sebuah stasiun TV swasta sudah disiarkan bahwa tanah untuk pembangunan jalur kereta ini sudah di beli oleh pemerintah RRC. Bukan pengusaha RRC.

Harapan Mereka sepakat kalau pembangunan kereta api cepat ini diberhentikan saja.

Mendengar pembicaraanya sampai kemasalah itu. Aku jadi semakin kepo.
“Kok pembicaraannya hampir sama dengan kehawatiran yang ada dalam pemikiranku.”

Mereka mengatakan bahwa dalam rejim sekarang kalau memfasilitasi infrastruktur wilayah Bandung dan Jakarta sama dengan memfasilitasi kepentingan untuk menguasai Jawa Barat yang akhirnya pada target penguasaan wilayah Indonesia.

Keberhasilan pembangunan ini hanya akan menguatkan rejim saat ini untuk semakin memberikan ruang pencitraan yang kosong, artinya membanggakan tapi fungsinya hanya untuk kepentingan segelintir orang saja. Sebagian besar untuk kepentingan asing yang ingin menguasai tanah air yang maha kaya di planet bumi ini.

Aku mencoba untuk konsentrasi mendengar pembicaraan mereka dengan melakukan olah napas sambil duduk bersila dengan mengambil jarak sekitar 10 meter dari tiga orang yang sedang berbincang tadi.

Sambil memejamkan mata aku mencoba konsen mendengarkan pembicaraan mereka tapi ternyata malah sepi. Sekilas aku mendengar mereka berjalan menjauh dari tempat mereka tadi berbicara.

Sayup-sayup aku masih mendengar pembicaraan ketiganya. Mereka mengatakan sepakat kalau kereta api cepat dan pembangunan tol Cisumdawu di berhentikan dulu sementara, karena ini hanya akan melahirkan musibah bangsa yang berkepanjangan. Karena tanah Pasundan ini memang mejadi tolok ukur untuk masuknya kekuasaan asing.

Menurut mereka Rejim saat ini hanya menjadi boneka para “manusia rakus” yang ingin kekuasaan dan harta saja. Tanpa memikirkan harkat derajat dan kehormatan bangsa dan negaranya.

Aku buka mata perlahan-lahan sambil melirik ke arah tiga orang tadi, terlihat mereka sudah menjauh. Tubuh mereka  terlihat samar dibalik tipisnya embun pagi yang menutupi indahnya cahaya matahari pagi.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here