Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mujahid Bantah Pengkhianatan Koalisi

0
405
Sodik Mudjahid

Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mujahid, menanggapi pernyataan Wasekjen PAN, Faldo Maldini, soal kemungkinan partainya bergabung dalam kabinet Joko Widodo di periode 2019-2024.

Menurut Sodik, bergabungnya Gerindra dengan Jokowi didasari kepentingan bangsa dan negara.

“Hanya atas dasar kepentingan bangsa dan negara Gerindra melakukan rekonsiliasi lalu bergabung atau tidak bergabung. Semua akan dipertimbangkan sangat matang oleh ketua umum Gerindra beserta DPP, Dewan Pembina, Dewan Pakar, DPD se-Indonesia,” kata Sodik, Senin (24/6).

Mengenai pihak Jokowi yang meminta bertemu dengan Prabowo Subianto, Sodik mengatakan bahwa pihaknya masih fokus dengan persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Kami masih fokus mengawal persidangan dengan MK,” sebut Sodik.

Sodiknya membantah tulisan Asyari Usman bahwa dirinya masih malu-malu mengatakan keinginan partainya untuk ikut Jokowi. Tetapi, dia juga mulai tertarik. “Saya tak pernah diwawancara dan tidak seperti itu,” ujarnya. Membantah tulisan Asyari.

Tulisan Asyari dimuat di dalam link berikut: https://sundanesia.co.id/2019/06/25/para-pengkhianat-koalisi-prabowo-mulai-tunjukkan-belang/

Sodik menegaskan bahwa jika pihaknya melakukan rekonsiliasi bukan karena kepentingan kekuasaan.

“Jika terjadi rekonsiliasi, bukan untuk kepentingan praktis pembagian kekuasaaan. Apalagi pembagian kursi kabinet. Tapi untuk kepentingan penyelesaian masalah funadamen bangsa seperti penegakan kembali keadilan dalam berbangsa dan bernegara. Penegakan kembali demokrasi langkah-langkah penegakan kembali kedaulatan RI di mata negara dan bangsa lain. Membangun kemakmuran rakyat yang sungguh-sungguh bukan hanya manipulasi dan pencitraan. Menjauhkan lagi gaya pemerintahan yang optoriter,” jelas Sodik.

Sebelumnya, Faldo mengunggah video bertajuk ‘Prabowo (Mungkin Gabung Jokowi’ di YouTube. Faldo menilai bergabungnya Prabowo dengan pemerintahan Jokowi bukanlah hal buruk.

“So, mungkin nggak yang 12% gabung sama Jokowi? Gue nggak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik,” kata Faldo dalam videonya, Minggu (23/6).

|SUNDANERSIA/RED/ATA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here