#NGOPIPAGI: SUNDA

0
68
Andri bersama para tokoh Sunda/ist

OLEH AENDRA M KARTADIPURA *)

KENAPA Urang Sunda pada ribut soal Otsus? Menyusul adanya Maklumat Sunda di Subang. Kalau dilihat dalam Maklumat Sunda Gerakan Pilihan Sunda dan Lembaga Adat Kratwan Galuh Pakuan sebagai perhimpunan perjuangan yang mengusung visi sunda mulya dan nusantara jaya untuk menuju Indonesia Emas tahun 2045, isi Maklumat Sunda bunyinya begini :

1. Menuntut agar kabuyutan sunda yang terdiri dari tanah, air dan udara serta gunung, hutan, pantai, sungai dan lainnya dikelola dengan pendekatan kearifan lokal yang memadukan pengetahuan lokal dan modern, sehingga dapat dipastikan menjamin kehidupan yang sejahtera bagi generasi mendatang.

2. Menuntut agar pelabuhan internasional patimban menjadi pelabuhan agraria dan industri dan juga meminta agar program serta proyek dan investasi strategis nasional di tatar sunda harus dipastikan diputuskan dengan kebijakan yang berwawasan lingkungan, affirmatif dan protektif bagi kami rakyat sunda.

3. Menuntut Presiden RI melalui Dewan Perwakilan Daerah RI untuk mengubah nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda.

4. Meminta pemerintah daerah di tatar sunda untuk membuat kebijakan kebijakan dan peraturan daerah yang mendukung semua upaya untuk menjaga kearifan lokal dan pembangunan yang berpihak kepada alam dan rakyat sunda.

Demikian maklumat sunda ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian dan pelaksanaan kebijakan pemerintah pusat oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo.

Hatur nuhun.

Subang, 2 Februari 2022

Gerakan Pilihan Sunda
Andri Perkasa Kantaprawira Pupuhu
Lembaga Adat Kratwan Galuh Pakuan
Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Pupuhu

Nah jelas sudah itu isinya Maklumat Sunda. Tentang Otsus atawa Otonomi Khusus yang muncul saya dapat info dari sumber Utama Andri P Kantaprawira bahwa  soal ada  Otsus itu  adalah sebuah resspon berkait dengan telah di setujuinya UU IKN (18/1/2022), maka dengan itu Gerakan Pilihan Sunda dan LAK Galuh Pakuan mewacanakan Otonomi Khusus Sunda Raya 3 Provinsi; Jawa Barat (Provinsi Sunda), DKI Jakarta (Sunda Kelapa) dan Banten (Selat Sunda), Sasunda Sapajajaran secara ekonomi tata ruang, sosial, ekonomi, kebudayaan, yang dirumuskan menjadi kebijakan integratif secara ekonomi pembangunan secara teknokratik.

Respon Otsus adalah karena membaca perubahan status ibukota negara dan akan dipindahnya mulai pertengahan 2024, hal ini rupanya saya melihat jeli dan cerdas wacana Otsus itu, tapi kenapa ada sejumlah tokoh prof, pinisepuh dan bahkan gubernur reaktif atas ini.

Menangkap ada yang salah tangkap informasi bahkan salah analisa sehingga makin membabi buta bahwa maklumat Sunda “dituduh” akan menjadikan Otsus nama Sunda untuk 3 Provinsi (Jabar, DKI Jakarta dan Banten). Sampai disini rupanya harus belajar lagi analisanya jangan sampai anak muda pegiat pemberdayaan Desa, Bezie Galih Manggala lantang ia mempertanyakan budaya literasi segelintir tokoh inohong sunda yang menamakan diri mereka “Paguyuban Pasundan”, ini akhirnya jadi bola liar. Saya suka denghan sikap Galih yang mengkritisi tajam.

Kemana-mana kasus bergulir soal Otsus dicampuraduk dengan Maklumat Sunda. Harusnya bijaklah menyikapi. Tapi jika dilihat wacana Kongres Sunda yang seajk 2 tahun terakhir yang digagas Gerpis memang sang penguasa Gedung Sate ini memang tak merespon dengan bijak dan arif. Sedang Kongres Sunda pada dasarnya ingin ganti nama provinsi Jabar dengan alasannya karena Jawa Barat paling barat adalah Banten jadi wajak jika Jabar ganti nama jadi Sunda, atau nama lainnya. Kira-kira begitulah.

Tapi pergeseran berubah bahwa soal Otsus lebih kedepan memang akhirnya terjadi soal hirarki antara senior dan junior pun memanas. Sebuah jabatan dan kekuasaan kadang  lupa apalagi harus mengabdi untuk asal bapak senang. Dan akan lupa lagi jika awalnya ada dulunya janji ke rakyat dan sampai ini memang masih terbukti rakyatlah akan selalu jadi korban. Nafsu lebih dulu akan terjebak makanya analisa komunikasi politik harus diasal dalam wacana kecerdasan bukan asal-asal mengkomentari harusnya. Mengedepankan rasa dan sikap keberadaan kemanusiaan yang penuh anlisa dan mencoba membuka wacana diskurs adalah langkah yang cerdas. Lebih baik begini dari pada cerdas daalam rindu tampil.

Jiwa yang besar adalah jiwa sadar ruang dan membangun masa depan untuk tanah airnya, nilai luhur dan martabat yang harus dibela. Kasus penghinaan ke urang Sunda kini lenyap dan seakan dianggap angin lalu. Jelas telah menghina Sunda tapi “dibiarkan” dan dianggap aneh. Meski sejumlah tokoh menyesalkan bahkan ada “ancaman” kelak partainya di tanah Sunda akan ambruk. Menghina Sunda akan terasa di masa nanti, atau kita lihat saja 2024 masa depan bagaimana karena uarang Sunda terlalu baik.

TERLALU SERING SUNDA DIDZOLIMI

Visi Sunda Mulya dan Nusantara Jaya adalah narasi cerdas dan berwibawa. Sunda Mulya Nusantara Jaya sebagai Cita-Cita Oto Iskandar di Nata dan Ir. Djuanda Kartawijaya jelas ini terlihat nilai luhur da martabat, diksi yang baik dan cerdas harusnya dijadikan langkah pasti jika memang ingin Sunda jadi rujukan besar di bangsa ini.
Namun demikian Sunda terlalu sering di dzolimi. Tanah Sunda terutama. Mari kita menilik ke belakang banyak sekali tanah Sunsa yang sudah di keruk hasil buminya, dari mulai energi, lingkungan bahkan dalam infrastruktur. Tanah tatar Sunda sering dirugikan, dengan kata lain di dzolimi, tapi mana ada yang bela, dan rakayat disekitar juga yang kena dampak tak makmur, hanya jadi penonton. Mulai migas, gas alam geothermal, lingkungan dll. Masyarakat Sunda hanya jadi penonton dan penduduk Jabar dari catatan BPS jumlah penduduk miskin di Jabar masih banyak ada 4 Juta (Persentase penduduk miskin Jawa Barat, pada September 2021 yang dirilis Januari 2022).
Soal sejumlah hal yang banyak mangkrak memang di Jabar ada misalnyanya Bandara Kertajadi mangkrak dan sampai kinintak jelas, pembangunan Tol Cisamdawu masih berlangsung, Kereta Api cepat, yang untuk apa jika kini IKN mau dipindah, orang Bandung ke Jakarta tak perlu cepat2 kan Ibukota akan dipindah. Pun sebaliknya orang Jakarta yang hampir tiap akhir pekan ramai ke Bandung dengan kereta cepat hanya sampai Padalarang. Hehehe karena dari padalarang nanti ke kota Bandung 1 jam sendiri juga, belakangan malah terungkap Bapenas bahwa pekerja kasar tukang lasnya di impor dari Cina.

Direktur Eksekutif Center for Badget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi berkomentar lantang. Kenapa Ibukota Pindah? Terus Infrastruktur untuk Apa selama ini? Jangan-jangan ini tak jelas planningnya.

Sejumlah gambar, kata Uchok jika rencana Ibukota pindah Istana Negara ke Kalimantan  saya ingin pertanyakan selama ini infrastruktur Jalan Tol, Kereta Cepat dan lain-lain kan belum usai, “Plannya gimana saya tak paham, ingin kan menyangkut anggaran sayang sekali kalau itu jadi bancakan untuk hal yang di korup,” terangnya.

Uchok memang tak segan-segan mengkritisi kebijakan pemerintah yang dinilai ada dugaan menyimpang. “Saya tidak bisa berdiam diri, maka saya pertanyakan,” kata Uchok jengkel.

Uchok memang dikenal sebagai sosok yang konsisten. Kritik pedasnya sering membuat para pelaku anggaran banyak yang kesandung kasus Hukum.

Ia selalu bicara dengan analisa bahwa penggunaan anggaran, baik Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sering disalahgunakan.

“Kami di CBA sedang melihat berapa anggaran kalau jadi IKN itu apakah akan digunakan dengan benar atau dijadikan bancakan. Kalau kami melihat lebih baik di alokasi anggaran tersebut untuk rakyat saja, apalagi nanti sebagian dana dari aset  yang akan di jual di seputar Thamrin Jakarta,” ungkapnya.

Jika ingin tahu apa saja yang kekayaan tanah Sunda yang sudah dinikmati dari kekayaan yang ada di Jabar yang seharusnya bisa jadi lumbung energi maka silakan linknya:

https://www.jabarsatu.com/2022/02/08/seluruh-harta-kekayaan-alam-di-jawa-barat-di-rampok-beramai-ramai-oleh-para-penguasa-dari-penjuru-dunia/

Jika saat ini urang Sunda sibuk dengan urusan saling serang bahkan saling serangnya salah tafsir hendaknya berpikir ulang, sebab kemuliaan hidup adalah sinergisitas bukan merasa paling kuasa dan paling tahu dan diakui. Rakyat itu sudah bosan dibodohi.

Kecuali mereka yang berkuasanya menikmati hidup yang ingin sempurna melahirkan penindasan dan perbudakan bagi warga lain soal alias tak peduli.

Sunda Mulya dan Nusantara Jaya adalah relung batin martabat bangsa dan menuju manusia yang punya nilai lhur anti kemunafikan dan Sunda sebagai pondasi negara bangsa Indonesia telah ada sejak lama.
Yuk ah..#ngopipagi Kopia asli Sunda, dan ini ada kopi dari Ciwidey yang nikmatnya sangat dahsyat untuk diseduh dengan hati. ***

*)anggota USA (urang Sunda Asli)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here